Nama : Fadhil Hadiantoro
NIM : 1201164111
Kelas : TI 40-10
Dosen : Bapak Abdul Malik Firdaus
Penerapan
Eco-Design Dalam Produk Garbex
Penumpukan
sampah plastik adalah salah satu masalah yang sulit untuk di selesaikan.
Tentunya hal ini dikarenakan banyaknya orang yang masih menggunakan plastik
untuk menjadi bahan suatu produk ataupun menjadi media untuk mengangkut suatu
barang ataupun belanjaan. Pada bidang pertanian dan perkebunan, biasanya
plastik digunakan sebagai polybag.
Fungsi dari polybag itu sendiri
adalah sebagai media tumbuh tanaman yang masih muda sebelum dipindahkan ke
lahan yang lebih luas.
Pada umumnya, saat tanaman sudah
mulai besar dan akarnya pun telah kuat untuk menembus polybag, tanaman tersebut akan dipindahkan ke media tanah yang
lebih besar oleh petani. Karena tanaman yang sudah besar tidak memerlukan polybag lagi sebagai medianya, pada
umumnya petani membuang bekas polybag
tersebut. Bisa kita bayangkan bila di Indonesia banyak petani yang menggunakan polybag sebagai media tanam maka banyak
pula sampah plastik yang dihasilkan dari penggunaan polybag ini.
Leonardo Bayu Adi Putera, adalah
seorang yang memiliki ide untuk menyelesaikan masalah akibat penumpukan sampah
plastik yang diakibatkan dari penggunaan polybag.
Ia mengikuti kompetisi Black Innovation pada tahun 2010 untuk memperkenalkan
ide jeniusnya dalam mendesain suatu produk bertema ramah lingkungan yang ia
namakan “Garbex”
Garbex adalah pot tempat menanam
berbagai tanaman yang biasanya menggunakan plastic polybag sebagai media tanamnya. Polybag
memang sudah biasa dipakai sebagai tempat penyemaian sebelum tanaman
dipindahkan.
Dengan
Garbex, polybag tidak perlu dipakai
lagi. Alat ini bisa dibuka. Bayangkan saja pot bongkar pasang. Ada kaitan
dibagian bawah yang memungkinkan Garbex dibuka dan tanaman dipindahkan ke lahan
yang telah dipersiapkan. Jadi, Garbex ini bisa digunakan berulang-ulang kali.
Selain menghemat pembelian polybag
juga menjaga lingkungan dari penumpukan sampah plastik.
Saran yang mungkin dapat saya
tambahkan adalah dari segi material yang digunakan. Apabila garbex menggunakan
besi sebagai bahan pembuatnya, maka jauh lebih baik jika bahan dasar tersebut
diganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti conwood. Conwood adalah
material pengganti kayu yang terbuat dari 70% semen dan 30% serat selulosa. Produk
ini diklaim ramah lingkungan karena produk ini tidak menghasilkan limbah. Dalam
arti lain, produk ini dapat didaur ulang kembali.
Saran
kedua dari saya adalah dalam pewarnaan garbex itu sendiri. Seharusnya garbex
diwarnai dengan warna yang agak gelap. Karena warna gelap dapat menyerap sinar
matahari yang datang dan sinar matahari adalah senyawa yang dibutuhkan tumbuhan
untuk melakukan fotosintesis. Sehingga jika garbex dicat menggunakan warna
gelap, tentunya produk ini menjadi lebih maksimal nilai fungsinya.
Sumber:
1. http://www.mediabangunan.com/2013/08/conwood-solusi-pengganti-kayu.html
2. http://campurandom.blogspot.co.id/2012/03/7-alat-pilihan-yang-unik-dan-inovatif.html
